Kita, sebagai umat Islam wajib untuk bersyukur. Kita
memiliki kitab Al-Qur’an yang terjaga kemurniannya dari zaman nabi sampai
sekarang. Kitab Al-Qur’an sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Melalui
Nabi Muhammad SAW, Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai kabar gembira. Al-Qur’an
berisi tentang pedoman dan petunjuk hidup manusia. Sebagai pedoman kita dalam
berperilaku, petunjuk kita agar selamat di dunia maupun diakhirat.
Apa yang ada di Al-Qur’an adalah benar adanya. Tentang
sifat-sifat Allah, tentang perintah-perintah-Nya dan juga larangan-Nya. Hal ini
juga diperkuat dengan bukti-bukti secara empiris, misal tentang terbentuknya
manusia, secara nyata manusia dapat membuktikannya.
Kita sebagai orang muslim harusnya menjadikan
Al-Qur’an sebagai kamus kehidupan. Kamus yang menunjuknya kebenaran, misal
tentang ibadah dan melakukan perintah Allah, perilaku kita terhadap sesama
maupun kepada lingkungan. Selain itu menunjukkan hal-hal yang harus dijauhi
oleh manusia, agar kita tidak tergelincir oleh ajakan setan.
Untuk mengetahui tentang Al-Quran, tentu hal yang
pertama harus dilakukan adalah membacanya.
Dalam hal ini Rasulullah berpesan, “Bacalah Al-Qur’an!
Karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari qiyamat sebagai pemberi
syafa’at bagi pembacanya.” Berdasarkan hal ini berarti kita harus membaca
Al’Qur’an agar mendapatkan syafa’at pada hari akhir nanti. Hitungan pahala
membaca Al-Qur’an adalah 10 kali lipat dari huruf yang dibaca. Berarti jika
kamu membaca 100 huruf, maka pahalamu 1000.
Sabda Rasulullah, “Siapa yang membaca satu huruf dari
kitab Allah (Al-Qur’an) maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu
kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan : Alif Laam
Mim itu satu huruf, tetapi ‘Alif’ satu huruf, ‘Laam’ satu huruf, dan ‘Mim’ satu
huruf.
Jadi belajar membaca Al-Qur’an itu sangat penting.
Mulai dari pengucapan hurufnya, panjang pendeknya, tempat waqaf yang benar dan
lain-lain. Karena dengan kita belajar, kita semakin cinta kepada kitab
Al-Qur’an, juga mengenalnya. Dan pada ujungnya menyebabkan kita cinta kepada
Allah, atas semua kekuasaan-Nya.
Jika merasa berat untuk membaca Al-Qur’an, baik karena
sulit membaca hurufnya, panjang pendeknya maupun yang lainnya, tidak masalah.
Asalkan jika kita terus berusaha belajar dan membacanya, Allah akan menilai
usaha yang telah kita lakukan.
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an maka nanti akan
berkumpul bersama malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang kesulitan
dan berat ketika membaca Al-Qur’an maka ia akan mendapat dua pahala (dari
membaca dan usahanya).” Hal ini menjelaskan bahwa orang yang mahir membaca
Al-Qur’an akan disatukelaskan dengan para malaikat. Sedangkan orang yang belum
mahir dan sedang belajar membaca Al-Qur’an dengan benar, akan mendapatkan dua
pahala yaitu pahala untuk membaca dan pahala atas usaha membenarkan bacaannya.
Ketika kita sudah belajar
membaca, selanjutnya yaitu mengetahui arti dari bacaan. Jika sudah mengetahui
artinya, hal yang paling penting adalah mengamalkan isi dari Al-Qur’an. Hal ini
yang sering susah dilakukan oleh kita. Kita tahu, tetapi tidak melaksanakannya.
Misal tentang perintah sholah, yang memang benar-benar hal yang wajib, hal yang
penting. Setiap muslim tahu bahwa di Al-Qur’an, Allah memerintahkan untuk
melaksanakan sholat wajib, tapi ada juga muslim yang tidak melaksanakannya.Maka
alangkah baiknya, jika kita belajar membaca Al-Qur’an, belajar artinya dan
maknanya serta mampu mengamalkannya. wallau’alam.
“Senantiasa tersenyum dan menebarkan kebaikan”
Syarief, Nashruddin. 2007. Meraih Fadhillah Ibadah Sunnah Bersama Rasulullah SAW. Jakarta : penerbit
Alifbata
Penulis : Ika
Trismiati
Anak asuh Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa semester 3, Teknik Informatika, UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar