Rabu, 27 Januari 2016

DZIKIR




Dzikir artinya ingat atau menyebut. Secara istilah dzikir berarti kegiatan mengingat Allah karena mencintai-Nya dan takut akan murka-Nya. Dzikir dapat dilakukan secar lisan maupun didalam hati. Dzikir juga bermakna mengingat Allah dalam kondisi apapun, merasa diawasi Allah sehingga tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Firman Allah dalam QS.Al-Ahzab ayat 41-42, yang artinya “ hai orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” Pusat pikiran kita saat berdzikir hanya kepada Allah. Ketika berdzikir kepada Allah, lakukan dengan khusuk dan khidmat, tidak tergesa-gesa, memulai dengan tahmid,tasbih, kemudian sholawat, dan seterusnya.

Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS.Al-Baqarah : 152)
 
Ketentuan dalam berdzikir, antara lain :
  • Hendaknya kita berdzikir dalam kondisi apapun, kapanpun dan dimanapun, kecuali jika kita sedang berada ditempat yang jorok dan menjijikkan. Misal, kita berdzikir dimasjid, diruang kelas maupun ketika dirumah.
  • Hendaknya kita tidak terpengaruh oleh apapun yang ada dialam ini, baik manusianya maupun lingkungannya. Apapun yang ada di alam tidak boleh memalingkan kita dari berdzikir kepada Allah.
  •     Kita harus bersikap merendahkan diri ketika berdzikir. Karena keberadaan kita saat ini tergantung pada kekuasaan Allah. Kita mempunyairasa takut kepada Allah sehingga didalam hati selalu hadir nama Allah. Selain itu, dzikir dilakukan denga kesadaran serta tidak mengeraskan suara.

Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai. (QS.Al-A'raaf : 205)

  •   Kita meyakini akan Allah, merasa mencintai-Nya. Maka dzikir dilakukan dengan khusuk penuh penghayatan dan perenungan yang akan menimbulkan getaran didalam hati.
Berdzikir bukan merupakan hal yang sia-sia tanpa hasil untuk dilakukan, karena terdapat manfaat dan keutamaan dari berdzikir, antara lain :

     1.      Ibadah yang paling baik, suci, dan paling tinggi derajatnya.

     2.      Orang yang berzikir hatinya selalu hidup.
Orang yang berdzikir akan selalu ingat dengan Allah. Dia akan melakukan sesuatu yang sesuai dengan perintah Allah. Dia melakukan sesuatu sesuai dengan kata hatinya, karena hatinya selalu hidup. Jadi, dia berbuat sesuai hati dan dengan hati.

     3.       Berdzikir dapat menenangkan dan menentramkan hati.
Ketika seseorang berdzikir, dirinya akan berpusat kepada Allah. Seseorang mengucapkan lafadz-lafadz untuk memuji dan mengingat Allah, hatinya akan menjadi tenang dan tentram. Karena dia merasa semua yang ada didunia dan semua yang terjadi, itu karena Allah.

     4.      Berdzikir menyebabkan seseorang menjadi beruntung.
Seseorang yang berdzikir akan beruntung, karena berarti dia selalu ingat Allah. Ketika mengingat Allah dia akan selalu bertindak sesuai syari’at-Nya. Sehingga dia beruntungg menjadi tidak mudah tergelincir ke jalan yang salah.

     5.      Akan mendapatkan naungan dan rahmat Allah dan menjadi orang istimewa di sisi-Nya.
Saat berdzikir, seseorang berarti telah berusaha mengingat Allah dan mendekatkan diri kepada Allah. Dia merasa selalu diperhatikan dan diawasi oleh Allah, sehingga dia tidak mudah tergelincir ke jalan yang sesat. Dia akan melakukan tindakan yang akan dirahmati Allah. Dan orang yang menyerahkan segala sesuatu kepada Allah, selalu mengingat Allah, melakukan perintah-Nya, mengistimewakan Allah diatas segalanya, maka Allah juga akan mengistimewakan makhluk-Nya itu.

     6.      Berdzikir akan mendapatkan pahala.
Segala sesuatu yang dilakukan karena Allah dan sesuai dengan perintah-Nya, maka akan mendapatkan pahala.

     7.      Allah akan mengabulkan segala permohonan.
Ketika seseorang selalu mengingat dan menyebut nama Allah, maka secara otomatis dia akan selalu terhubung dengan Allah. Dia dekat dengan Allah. Jadi, jika dia melakukan perintah-perintah Allah, Allah juga akan mengabulkan permohonannya.

     8.      Amalan yang dapat meneguhkan jiwa dan diri serta Allah membanggakan di hadapan para malaikat.

     9.      Allah akan mengingat melebihi dari orang yang mengingat-Nya.

    10.  Orang yang berdzikir kepada Allah akan dibebaskan dari azab.

    11.  Berdzikir kepada Allah dapat menghapuskan dosa.

      Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS.Al-Ahzab : 35)

Kita sebagai makhluk Allah, seharusnya tahu diri. Tahu diri disini berarti sadar bahwa kita tanpa kuasa Allah bukanlah apa-apa. Dalam kondisi apapun kita memerlukan perlindungan Allah. Maka bagaimana mungkin kita selalu membutuhkan perlindungan Allah, tapi untuk mengingat-Nya saja tidak mau. Makanya sebagai makhluk ciptaan Allah, hendaknya kita selalu mengingat Allah. Karena dengan mengingat akan adanya Allah yang selalu mengawasi kita, kita akan berfikir dulu sebelum bertindak. Kita bertindak yang dapat memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Bertindak sesuai yang disyari’atkan oleh Allah. Kita melakukan perintah-perintah Allah dan berusaha menjauhi segala larangannya. wallau’alam.

“Senantiasa tersenyum dan menebarkan kebaikan”

Sarmadi, Sunedi. 2012. Akhlak dalam Islam. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media
Penulis : Ika Trismiati
Anak asuh Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa semester 3, Teknik Informatika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar