Rabu, 27 Januari 2016

BAHAYA LISAN

BAHAYA LIDAH

“ Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaff : 18)
Manusia.. ya manusia kadang lebih suka untuk banyak berbicara daripada bertindak. Lebih banyak bicara yang tidak jelas daripada berdzikir. Hal ini yang bisa menyebabkan manusia menjadi tergelincir, karena berbicara yang tidak terkontrol dan tidak bisa menjaga lidahnya. Misalnya saja, berbicara yang tidak benar, membicarakan kejelekan orang lain, adudomba, berbicara yang kotor, menyakiti orang lain, baik secara langsung maupun tidak, dan hal-hal lainnya.
“ Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya. “ (QS. Al-Israa’ : 36)
Semua yang ada pada manusia, di akhirat nanti akan memberi penyaksian dan akan dipertanggungjawabkan. Jika kita bersedekah, maka tangan akan bersaksi bahwa ketika di dunia digunakan untuk bersedekah. Sebaliknya jika didunia tangan digunakan untuk meminum khamr, maka tangan akan memberi kesaksian bahwa ketika didunia digunakan untuk minum khamr. Begitu juga dengan lidah. Apabila sewaktu hidup, lidah digunakan untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, berbicara yang baik dan tidak menyakiti orang lain, berbicara jujur, maka lidahpun akan memberi kesaksian yang baik. Berbeda jika selama didunia lidah kita digunakan untuk menggunjing, adu domba, berbicara bohong, dan hal-hal buruk lainnya, maka lidah kita harus mempertanggungjawabkan hal itu.

Makanya, “Berbicaralah yang baik, jika tidak bisa, lebih baik diam.” Begitu berbahanya lidah manusia. Apapun yang sudah keluar dari mulut kita, tidak mungkin bisa diulang apalagi kembali lagi. Jadi, kita harus pintar-pintar dalam menjaga lidah kita, agar kita tidak tergelincir ke neraka karena tidak bisa menjaga lidah. Sebelum berbicara, pikirkan dahulu, apapan perkataan itu benar atau salah, menyakiti orang lain atau tidak, merugikan atau tidak (baik untuk diri sendiri maupun orang lain).
Rasulullah SAWbersabda, “ Barang siapa yang diam, pasti dia selamat.” (HR. At-Tirmidzi)
“Ketahuilah bahwa lidah bahayanya sangat besar, sedikit orang yang selamat darinya, kecuali dengan banyak diam.” (Al Imam Al Ghazali)
Diam disini bukan berarti tidak berbicara apapun. Tetapi berbicara yang baik dan berkualitas, berbicara yang bernilai ibadah, seperti berdakwah. Selain itu juga dibarengi dengan akhlak yang baik. Jadi, jika kita mampu mengontrol perkataan, kita juga sekaligus bisa mengontrol perilaku kita. Hal ini berawal dari pemikiran yang baik, perkataan yang baik kemudian berperilaku yang baik.
Rasulullah bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan tentang ibadah yang paling mudah dan paling ringan bagi badan? Diam dan akhlak yang baik.” (HR. Ibnu Abi Dunya)
wallau’alam.

“Senantiasa tersenyum dan menebarkan kebaikan”

Buku pegangan wajib peserta PPK (Program Pendamping Keagamaan) 2015

Penulis : Ika Trismiati
Anak asuh Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa semester 3, Teknik Informatika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar