“Apabila
diserukan adzan untuk shalat, maka setan pergi berlalu dalam keadaan
terkentut-kentut hingga tidak mendengar adzan. Bila muadzin selesai
mengumandangkan adzan, ia datang lagi. Ketika diserukan iqamat, ia pun berlalu
lagi…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Beberapa keutamaan
seorang muadzin adalah :
1. Lehernya paling panjang pada Hari Kiamat.
Rasulullah
bersabda, ”Sesungguhnya, muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya
di hari kiamat nanti.” (HR. Muslim, Ibnu Majah, Thabrani, Baihaqi, Ahmad,
Abu Ya’la, Al-Qudha’i)
Menurut Ibnul
Arabi, yang dimaksud “lehernya paling panjang” adalah yang paling banyak
amalnya diantara manusia.
2. Semua makhluk yang mendengarkan adzan seorang muadzin,
akan menjadi saksi di akhirat kelak.
Rasulullah
bersabda, “Tidaklah jin dan manusia serta tidak ada sesuatu pun yang
mendengar suara lantunan adzan dari seorang muadzin, melainkan akan menjadi
saksi kebaikan bagi si muadzin pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)
3. Akan diampuni dosanya sepanjang suaranya dan semua
makhluk yang mendengar akan mendoakan ampun baginya.
Rasulullah
bersabda, “Bagi muadzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya dan akan
memohonkan ampun baginya semua benda yang basah dan kering. Sedangkan orang
yang menghadiri shalat berjamaah akan dicatat baginya 25 kebaikan dan akan
dihapus kesalahan diantara keduanya (antara adzan dan shalatnya).” (HR.
Ibnu Majah, Abu Daud)
4. Imam shalat dan muadzin akan didoakan oleh Rasullah.
Rasullah bersabda,
“Imam adalah penanggung jawab, dan muadzin adalah pembawa amanat. Ya Allah,
berikanlah bimbingan kepada para imam dan ampunilah dosa para muadzin.” (HR.
Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Abu Daud)
5. Jaminan surga baginya.
Rasulullah
bersabda, “Barang siapa adzan selama dua belas tahun, maka wajib baginya
mendapatkan surga dan dengan adzannya itu dicatat baginya setiap hari enam puluh
kebaikan. Setiap iqamah yang ia lakukan, ia mendapatkan tiga puluh kebaikan.” (HR.
Ibnu Majah, Al-Bazzar, Baihaqi, Thabrani)
“Senantiasa tersenyum dan menebarkan
kebaikan”
Sa’du, Abdul
Aziz. 2015 . Jangan Remehkan Amalan-Amalan Kecil!. Yogyakarta: Sabil
Penulis : Ika Trismiati
Anak asuh Yayasan
Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa
semester 5, Teknik Informatika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar