Minggu, 01 Oktober 2017

KEUTAMAAN LAA ILAAHA ILLALLAH


Rasulullah bersabda, “…Dan, sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan, demikian pula yang diucapkan para nabi sebelumku, adalah laa ilaaha illallah…”(HR.Trimidzi)
 
Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW juga bersabda :
“Bahwasanya Allah SWT mengharamkan api neraka menjilat orang yang berkata ‘la ilaaha illallah’ yang tujukan hanya kepada Allah semata.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Ibnu Hibban dan Hakim meriwayatkan dari Abu Said al Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Musa pernah berkata, ‘Wahai Tuhanku, ajari aku sesuatu yang dapat aku pakai untuk ingat dan berdo’a kepada-Mu.’ Kemudian Allah berfirman, ‘Wahai Musa, ucapkanlah Laa ilaaha illallah.’ Musa berkata lagi, ‘Semua hamba-Mu mengucapkan kalimat ini?’ Allah berfirman, ‘Wahai Musa, seandainya tujuh langit dan penghuninya selain Aku dan tujuh bumi diletakkan di salah satu sisi timbangan dan kalimat laa ilaaha illallah di sisi timbangan yang lainnya, niscaya kalimat laa ilaaha illallah lebih berat dari itu semua.’ “ (HR. Hakim dan Ibnu Hibban)


Kalimat laa ilaaha illallah merupakan kalimat yang sederhana dan ringan, namun memiliki keistimewaan dan keutamaan luarbiasa. Dan berikut ini beberapa keutamaan kalimat laa ilaaha illallah antara lain :

1.    Kalimat laa ilaaha illallah menjadi harga surga.
Suatu ketika Rsulullah mendengar seorang muadzin mengucapkan, “Asyhadu alla ilaaha illallah”. Lalu, beliau berkata pada muadszin itu, “Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim)
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah kalimat laa ilaaha illallah, maka ia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Syekh Al Albani dalam Misykatul Mashabih).

2.    Kalimat laa ilaaha illallah merupakan kebaikan yang paling utama.
Abu Dzar Ra. Berkata, “Wahai Rasulullah, ajari aku amalan yang dapat mendekatkan aku pada surga dan menjauhkan aku dari neraka.” Rasulullah bersabda, “Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukan kebaikan. Karena dengan melakukan kebaikan itu, engkau akan mendapatkan sepuluh (kebaikan) yang sama.” Lalu Abu Dzar berkata lagi, “Wahai Rasulullah apakah laa ilaaha illallah merupakan kebaikan?” Rasulullah bersabda, “Kalimat itu (laa ilaaha illallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.” (HR. Ahmad, dinilai hasan oleh Syekh Al Albani)

3.    Kalimat laa ilaaha illallah merupakan dzikir yang paling utama.
Sebagaimana terdapat pada hadits yang disandarkan kepada Rasulullah (hadits marfu’). “Dzikir yang paling utama adalah bacaan laa ilaaha illallah.” (HR. Ibnu Majah dan Nasa’i)

4. Kalimat laa ilaaha illallah merupakan kalimat yang paling utama, paling banyak ganjarannya, menyamai pahala memerdekakan budak, dan merupakan pelindung dari gangguan setan.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ’laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dan Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu)’ dalm sehari sebanyak 100 kali, maka baginya samadengan memerdekakan 10 budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan ia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5.    Kalimat laa ilaaha illallah adalah kunci 8 pintu surga.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ‘Saya bersakssi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya kedalam surga dari delapan pintu surga mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Muslim)
wallau’alam.

“Senantiasa tersenyum dan menebarkan kebaikan”

Sa’du, Abdul Aziz. 2015. Jangan Remehkan Amalan-Amalan Ringan!. Yogyakarta : Sabil


Penulis        : Ika Trismiati
Anak asuh Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa semester 7, Teknik Informatika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar