Rasulullah
bersabda, “…Dan, sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan, demikian pula yang
diucapkan para nabi sebelumku, adalah laa ilaaha illallah…”(HR.Trimidzi)
Dalam hadits
lainnya, Rasulullah SAW juga bersabda :
“Bahwasanya Allah
SWT mengharamkan api neraka menjilat orang yang berkata ‘la ilaaha illallah’
yang tujukan hanya kepada Allah semata.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Ibnu Hibban dan
Hakim meriwayatkan dari Abu Said al Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Musa
pernah berkata, ‘Wahai Tuhanku, ajari aku sesuatu yang dapat aku pakai untuk
ingat dan berdo’a kepada-Mu.’ Kemudian Allah berfirman, ‘Wahai Musa, ucapkanlah
Laa ilaaha illallah.’ Musa berkata lagi, ‘Semua hamba-Mu mengucapkan kalimat
ini?’ Allah berfirman, ‘Wahai Musa, seandainya tujuh langit dan penghuninya
selain Aku dan tujuh bumi diletakkan di salah satu sisi timbangan dan kalimat
laa ilaaha illallah di sisi timbangan yang lainnya, niscaya kalimat laa ilaaha
illallah lebih berat dari itu semua.’ “ (HR. Hakim dan Ibnu Hibban)
Kalimat laa
ilaaha illallah merupakan kalimat yang sederhana dan ringan, namun memiliki
keistimewaan dan keutamaan luarbiasa. Dan berikut ini beberapa keutamaan
kalimat laa ilaaha illallah antara lain :
1. Kalimat laa ilaaha illallah menjadi harga surga.
Suatu ketika
Rsulullah mendengar seorang muadzin mengucapkan, “Asyhadu alla ilaaha
illallah”. Lalu, beliau berkata pada muadszin itu, “Engkau terbebas dari
neraka.” (HR. Muslim)
Rasulullah
bersabda, “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah
kalimat laa ilaaha illallah, maka ia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud,
dishahihkan oleh Syekh Al Albani dalam Misykatul Mashabih).
2. Kalimat laa ilaaha illallah merupakan kebaikan yang
paling utama.
Abu Dzar Ra.
Berkata, “Wahai Rasulullah, ajari aku amalan yang dapat mendekatkan aku pada
surga dan menjauhkan aku dari neraka.” Rasulullah bersabda, “Apabila engkau
melakukan kejelekan (dosa), maka lakukan kebaikan. Karena dengan melakukan
kebaikan itu, engkau akan mendapatkan sepuluh (kebaikan) yang sama.” Lalu Abu
Dzar berkata lagi, “Wahai Rasulullah apakah laa ilaaha illallah merupakan
kebaikan?” Rasulullah bersabda, “Kalimat itu (laa ilaaha illallah) merupakan
kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan
kesalahan.” (HR. Ahmad, dinilai hasan oleh Syekh Al Albani)
3. Kalimat laa ilaaha illallah merupakan dzikir yang
paling utama.
Sebagaimana
terdapat pada hadits yang disandarkan kepada Rasulullah (hadits marfu’).
“Dzikir yang paling utama adalah bacaan laa ilaaha illallah.” (HR. Ibnu Majah
dan Nasa’i)
4. Kalimat laa ilaaha illallah merupakan kalimat yang
paling utama, paling banyak ganjarannya, menyamai pahala memerdekakan budak,
dan merupakan pelindung dari gangguan setan.
Rasulullah
bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ’laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah,
lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir (Tidak ada
sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu
bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dan Dia-lah Yang Maha Kuasa
atas segala sesuatu)’ dalm sehari sebanyak 100 kali, maka baginya samadengan
memerdekakan 10 budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100
kejelekan, dan ia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya,
serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih
banyak dari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Kalimat laa ilaaha illallah adalah kunci 8 pintu
surga.
Rasulullah
bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ‘Saya bersakssi bahwa tidak ada sesembahan
yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu
bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa
‘Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang
disampaikan kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga
adalah benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya kedalam surga dari
delapan pintu surga mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Muslim)
wallau’alam.
“Senantiasa tersenyum dan menebarkan kebaikan”
Sa’du, Abdul
Aziz. 2015. Jangan Remehkan Amalan-Amalan Ringan!. Yogyakarta : Sabil
Penulis : Ika Trismiati
Anak asuh Yayasan
Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa
semester 7, Teknik Informatika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar