Setiap orang mempunyai kunci yang berbeda untuk bisa
masuk ke surga. Tetapi tetap, yang memberi kunci hanyalah satu, yaitu Allah
SWT. Kunci itu dibagikan kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, karena Dia
Maha Kasih Sayang dan Maha Pemurah.
Secara syar’i, yang akan memasuki surga adalah
orang-orang yang beriman dan beramal soleh, taat melakukan perintah Allah dan
menjauhi segala larangan-Nya. Namun, Allah tidak hanya melihat dari perbuatan
manusia secara fisik, jasmani saja, melainkan melihat kehati setiap umatnya.
Bagaimana niat setiap umat untuk melakukan ibadah. Apakah memang ikhlas karena
Allah atau hanya untuk mendapat pujian dari manusia.
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk meminta surga
kepada Allah.
“Janganlah meminta kepada Allah kecuali hanya surga.”
(HR. Abu Dawud)
Hanya surgalah yang dijanjikan Allah kepada umatnya
yang beriman lagi beramal sholeh. Di surga itulah Dia meletakkan sebagian besar
rahmat dan ridho-Nya.
Allah menyebutkan bahwa amalan itu semacam alat bayar
untuk membeli surga.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman itu
akan diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka… Maka
bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah
kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah :111)
Tetapi, tidak seluruh amalan bisa menjadi alat bayar.
Karena syarat amalan itu adalah amalan yang dilandasi dengan keikhlasan hati
untuk mengharap keridhoan Allah.
Rasulullah mengingatkan kepada kita, bahwa surga itu
barang dagangan Allah. Jadi, jika kita takut kehabisan barang dagangannya,
datanglah lebih pagi, lebih awal.
“Siapa yang bertaqwa, maka hendaklah berangkat pagi-pagi
ketika hari masih gelap. Sebab, siapa yang berangkat lebih pagi, maka ia akan
lebih cepat sampai ke tujuan. Ingatlah, barang dagangan Allah itu mahal.
Ingatlah, barang dagangan Allah itu surga.” (HR. At Tirmidzi)
Nabi SAW memperingatkan kita tentang pentingnya
berjuang untuk memperoleh rahmat Allah, yaitu surga. Namun, bukan karena
perjuangan yang menyebabkan kita mendapatkan surga, melainkan karena sifat
Allah dengan sifat-Nya yang Maha Pengampun lagi Maha Kasih Sayang.
Perjuangan kita yaitu beriman, beramal sholeh,
melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Melakukan segala amalan
ikhlas karena Allah, semata-mata untuk mengharapakan ridho dari Allah. wallau’alam.
“Senantiasa
tersenyum dan menebarkan kebaikan”
Mazayasyah, Ummi Alhan Ramadhan. 2008. SMS DARI SURGA:Kabar Gembira untuk Calon
Penghuni Surga. Yogyakarta:Darul Hikmah
Penulis : Ika
Trismiati
Anak asuh Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa semester 4, Teknik Informatika, UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar